Terima Kasih Anda Telah Berkunjung di Blog Obet Nego Y. Agau

Kamis, 30 Mei 2013

MENGENAL INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN MELALUI MAKALAH INI

INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN
MAKALAH
Dibuat Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah:
Psikologi Umum
Dosen Pengampu
Tulus Tu’u,S.Th,MP.d



OLEH KELOMPOK 3:
CUNCUN AGRIFA
DEVITA ELSANDI
ERA YURIANA
NANA
RIRIN YUNINGSIH
ROBERTO FERNANDO

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI
GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS
BANJARMASIN
2012


                                                     


                                                      Kata Pengantar


Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha Esa karena penyertaaNya lah Kami bisa menyelesaikan makalah Psikologi Umum ini dengan tepat waktu. Terimakasih untuk Bpk. Tulus Tu’u S.Th,MP.d yang telah memberikan tugas ini untuk kelompok kami sehingga kelompok kami sekarang bisa memahami apa itu Interaksi dengan lingkungan serta beberapa faktor yang mempengaruhinya.



Tidak lupa juga kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam penulisan malakah ini. Dan jika banyak terjadi kesalahan yang tidak berkenan di hati saudara/I maka kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena dalam hal ini kita semua sudah tahu bahwa tidak semua manusia yang sempurna.TUHAN MEMBERKATI








                                                                                    TIM PENULIS




BAB I
PEMBAHASAN
A.      Pengertian interaksi
Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih indivdu manusia, dimana kelakuan induvidu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya.
Interaksi dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1.       Interaksi antara benda-benda, bersifat statis, member respon terhadap tindakan-tindakan kita, bukan terhadap kita dan timbulnya hanya satu pihak saja yaitu pada orang yang melakukan perbuatan itu. Misalnya cermin-cermin merupakan pemantulan tetapi cermin tidak dapat melihat.
2.       Interaksi antara manusia dengan manusia, bersifat dinamis, memberikan respon tertentu pada manusia lain ; dan proses kejiwaan yang timbul terdapat pada segala pihak yang bersangkutan. Misalnya kalau kita melihat tingkah laku perbuatan orang lain, maka timbullah kesadaran tertentu yanbg kiranya sesuai dengan kesadaran orang yang diamatinya itu.
Kepribadian individu, kecakapannya, ciri-ciri kegiatannya, baru menjadi kepribadian individu di dalam dia melangsungkan hubungannya dengan lingkungannya. Individu memerlukan hubungan dengan lingkungannya menggiatkannya, merangsang perkembangannya atau yang memberikannya sesuatu yang ia perlukan. Tanpa hubungan ini individu bukanlah individu lagi. Menurut seorang sarjana psikologi  Woodworth, pada dasarnya terdapat  4 jenis hubungan antara individu dengan lingkungannya.
·         Individu dapat bertentangan dengan lingkungan,
·         Individu dapat menggunakan lingkungan ,
·         Individu dapat berpartisipasi ( ikut serta) dengan lingkungannya,
·         Individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.                                    


Kelangsungan interaksi sosial dalam bentuk yang sederhana, ternyata merupakan proses yang kompleks (kumpulan daerah tempat berkumpul). Tetapi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi beberapa faktor yang mendasar, baik secara tunggal maupun bergabung, ialah sebagai berikut :


a.       Faktor imitasi
Telah diuraikan dengan sejarah pendek ilmu jiwa social mengenai pendapat Gabriel Tarde, yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan social itu sebenarnya
berdasarkan factor imitasi saja. Walaupun pendapat ini  berat, namun peranan imitasi dalam interaksi social tidak kecil. Imitasi bukan menjadi dasar pokok dari pada semua interaksi social seperti yang diuraikan Gabriel Tarde, tetapi imitasi merupakan suatu segi dari proses interaksi social, yang menerangkan mengapa dan bagai mana dapat terjadinya keserangaman dalam pandangan dan tingkah laku, antara orang banyak. Dengan cara imitasi pandang dengan tingkah laku, seseorang mewujutkan sikap, ide-ide, dan adat-istiadat dari suatu keseluruhan kelompok masyrakat, dengan demikian pula seseorang itu dapat lebih melebarkan dan meluaskan hubungan-hubungannya dengan orang lain.

b.      Faktor sugesti
Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya dengan interaksi sosial adalah hampir sama. Bedanya ialah bahwa dalam imitasi itu orang yang satu mengikuti salah satu diluar dirinya, sedangkan pada sugesti itu seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain diluarnya. Sugesti dalam ilmu jiwa social dapat dirumuskan sebagai suatu proses dimana seseorang individu menerima satu cara  penglihatan, atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa mengkritik lebih duhuhu.
Secara garis besar terdapat beberapa keadaan tertentu serta syarat-syarat yang memudahkan sugesti terjadi ialah sebagai berikut :
·         Sugesti karena hambatan pikiran
·         Sugesti karena keadaan pikiran terpecah belah
·         Sugesti karena otoritas
·         Sugesti karena mayoritas
·         Sugesti karena “will to believe”

c.       Faktor indentifikasi
Indentifikasi adalah sebuah istilah dari psikologi Sigmund Freud dan untuk lebih jelas mari kiita tijau pandangan kepda beberapa tokoh ilmu jiwa Freud itu guna mengerti istilah indentifikasi dengan lebih mendalam. Istilah indentifikasi timbul dalam uraian freud mengenai cara-cara seorang anak belajar norma-norma social dari orang tuanya, ketika ia kira-kira berumur 5 tahun.
Indentifikasi dalam psikologi  berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun secara batiniah. Misalnya identifikasi seorang anak laki-laki  untuk menjadi sama seperti ayahnya atau seorang anak perempuan untuk menjadi sama dengan ibunya. Proses identifikasi ini mula-mula berlangsung secara tidak sadar (secra dengan sendirinya) kemudian irrasionil, yaitu berdasarkan perasaan-perasaan atau kecenderungan-kecenderungan dirinya yang tidak di perhitungkan secara rasionil, dan yang ketiga identifikasi berguna untuk melengkapi system norma-norma, cita-cita dan pedoman-pedoman tingkah laku orang yang mengidentifikasi itu.
d.      Faktor sympati
Sympati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Sympati timbul tidak atas dasar logis rasionil, melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi. Peranan sympati cukup nyata dalam hubungan persahabatan antara 2 orang atau lebih. Hubungan cinta kasih antara manusia itu, biasanya didahului pula oleh hubungan sympati yang terus menerus memegang peranannya dalam hubungan cinta kasih itu. Patut di tambahkan bahwa sympati dapat pula berkembang perlahan-lahan , disamping syimpati yang timbul dengan tiba-tiba.






e.      Introjeksi
Introjeksi terjadi dalam kondisi tertentu sesudah terbentuknya kerjasama antara  atau lebih orang berdasarkan sympati.  Andaikata terdapat 2 orang yang sudah menaruh sympati dan sudah bekerjasama beberapa waktu, sesudah itu karena keadaan-keadaan tertentu saling hubungan antara kedua itu harus diputuskan. Entah karena meninggalkan yang satu, entah karena kepergian keluar negeri atau ketempat lain yang jauh dari tempatnya dari tempat semula. Kejadian smacam ini tentulah menyedihkan kedua belah pihak, karena berarti terhentinya kerjasama dan saling mengerti itu dan kemungkinan terhentinya untuk meluaskan pandangan pribadi kedua-duanya.






































BAB II
Manusia Berinteraksi Dengan Dunia Luar


A.      Tenaga-tenaga Pendorong pada Manusia
 Manusia sebagai individu hidup dalam satu dunia yang bukan dirinya sendiri,tetapi yang mutlak diperlukan untuk hidupnya. Tanpa dunia luar ia pasti mati. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya melangsungkan dan mengembangkannya,manusia membutuhkan makanan,udara,juga memerlukan persahabatan,ilmu pengetahuan,persekutuan , dan kesusilaan. Daya-daya yang mendorong manusia dari dalam untuk melakukan perbuatan itu kita sebut dorongan nafsu(driften). Yang dimaksud dorongan nafsu adalah kekuatan pendorong maju yang memaksa dan mengejar kepuasan dengan jalan mencari,mencapai sesuatu yang berupa benda-benda ataupun nilai-nilai tertentu. Manusia adalah mahluk yang belum selesai,belum lengkap,dan membutuhkan dunia luar untuk berkembang  mencapai kesempurnaannya,baik jasmani maupun rohani. Dorongan nafsu itulah yang merupakan  kekutan dalam diri kita,yang mendorong kita maju untuk memiliki benda-benda dan nilai-nilai itu.


Dalam garis besarnya, dorongan nafsu itu dapat dibagi menjadi tiga golongan :
a.Dorongan nafsu mempertahankan diri : mencari makanan jika ia lapar,memghindari dari                  bahaya,menjaga diri agar tetap sehat, mencari perlindungan untuk hidup aman dan sebagainya

b.Dorongan nafsu memngembangkan diri:  dorongan ingin tahu, melatih dan mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya. Pada manusia dorongan inilah yang menjadikan kebudayaan manusia makin maju dan makin tinggi.

c.Dorongan nafsu mempertahankan jenis: Manusia ataupun hewan secara sadar maupun tidak sadar, selalu menjaga agar jenisnya dan keturunannya tetap berkembang dan hidup. Dorongan nafsu ini antara lain terjelma dalam adanya perjodohan dan perkawinan serta dorongan untuk memelihara dan mendidik anak.

       Ada pula yang membagi dorongan nafsu tersebut menjadi 4 macam yaitu
Ø  .Dorongan nafsu Vital(hayati).
Ø  .Dorongan nafsu egois.
Ø  .Dorongan nafsu sosial.
Ø  .Dorongan nafsu supra sosial







BAB III
         Daya-Daya/alat-alat Interaksi Manusia Dengan Dunia Luar.

Manusia mengadakan interaksi dengan dunia luar dengan menggunakan berbagai daya,yang disebut daya-daya jiwa. Adapun daya-daya terpenting adalah: pengamataan,tanggapan,ingatan,fantasi, berpikir,perasaan dan kemauan.

a.Pengamatan.
Pengamatan ialah suatu daya jiwa untuk memasukan kesan-kesan dari luar melalui dengan menggunakan alat indra. Seperti melihat,mendengar,mencium,meraba sesuatu dan sebagainya pengamatan merupakan dasar bagi setiap pengalaman dan pengetahuan seseorang.

b.Ingatan.
Kesan-kesan yang tertinggal dari pengamatan didalam diri manusia yang berupa tanggapan-tanggapan maupun pengertian itu disimpan untuk sewaktu-waktu dikeluarkan lagi.

c.Fantasi.
fantasi ialah daya jiwa untuk menciptakan tanggapan-tanggapan atau kesan-kesan yang baru    dengan bantuan-bantuan tanggapan atau kesan-kesan yang baru dengan bantuan tanggapan-tanggapan yang sudah ada.Didalam fungsinya daya fantasi menyertai daya pengamatan dan daya berpikir manusia.

Faedah dan keburukan fantasi bagi manusia.
Guna fantasi bagi kita terutama adalah
1)      Untuk menerima,menambah dan memajukan ilmu pengetahuan.
2)      Untuk menciptakan kesenian dan teknik.
3)      Untuk membentuk watak dan pribadi yang baik.
4)      Bagi kehidupan fantasi memungkinkan kita menghindarkan diri dari kesusahaan dan kesulitan hidup,menimbulkan cita-cita dan perasaan yang luhur. Dengan singkat,dengan adanya fantasi maka kebudayaan manusia makin berkembang maju dan makin tinggi.

Keburukan
1)      Dapat menyebabkan orang meninggalkan realitas kemudian menjadi pengelamun, menjadi apatis ,takut  menghadapi kesukaran dan kepahitan hidup.
2)      Dapat menimbulkan pikiran dan perasaan yang rendah yang bersifat a-susila dan a-sosial.
3)      Dapat menimbulkan perasaabn takut dan takhyul m yang merugikan diri seseorang.










d. Perasaan.
Dibanding dengan daya-daya/alat-alat interaksi yang lain telah dibicarakan,perasaan     merupakan daya yang sangat penting. Ia lebih mencerminkan keppribadian seseorang dalam interaksinya dengan dunia luar,karena sifatnya lebih subyektif ,lebih khas atau unik.




Perasaan ada dua jenis yaitu :

Ø  Jasmani : -   Perasaan indrani : Panas dingin,asam,pahit,manis,keras,lunak,dsb.
                -   Perasaan naluri   : takut,marah,perasaan seksual,dsb.
                -   Perasaan vital     :lapar,haus,sakit,lelah,kenyang,dsb.
Ø  Rohani :  1. Perasaan intelek.
                                2. Perasaan estesis(keindahan).
                                3.Perasaan etis(susila).
                              4.Perasaan kemasyarakatan(sosial).
                              5.Perasaan religious(keagamaan).
                              6.Perasaan harga diri.



































Daftar Pustaka
-Dr. W.A Gerungan,Dipl. Pysch, Pychologi Sosial,PT. Eresco-Jakarta-Bandung,1972.(hal 58-76).

-Drs.H.Abu Ahmadi,dkk, Psikologi sosial,Rineka Cipta 2002.(hal 53-64).
-Lalim Purwanto, Psikologi Pendidikan,(hal 32-42).





Refleksi Teologis



Kami Mengambil dari nast Alkitab Mazmur 104:14 : “Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah”. Hubungannya Dengan interaksi  dengan lingkungan adalah Tuhan menginginkan kita untuk mengelola apa yang sudah dia berikan untuk kita,sudah seharusnya kita tidak untuk merusaknya namun harusnya kita manfaatkan sebaik mungkin lingkungan yang sudah Tuhan ciptakan untuk kita,dan bagaimana cara kita untuk bisa berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar